Tri Nur Utami- kuliah 2

Departemen Teknologi Hasil Perairan (www.thp.fpik.ipb.ac.id)

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauran (www.fpik.ipb.ac.id)

Institut Pertanian Bogor (www.ipb.ac.id)

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)

Departemen of Family dan Consumer Sciences (www.ikk.fema.ipb.ac.id)\

College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)

Bogor Agricultural University (www.ipb.ac.id)

 

Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, M.Sc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www.Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.idsumarwan@mb.ipb.ac.id)

Buku Referensi:

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

perilkon

Kuliah Kedua Hari Rabu, 9 Septembaer 2015

Resume: Kuliah 2

MOTIVASI DAN KEBUTUHAN

 

Motivasi merupakan keadaan dimana seseorang melanjutkan prinsip serta pengambikan keputusan dalam menentukan atau melakukan berbagai kegiatan. Motivasi dapat dipicu dengan adanya kebutuhan oleh pihak konsumen, akibat proses ketidaknyamanan seseorang terhadap hal yang dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut sering dibedakan berdasarkan orientasi terhadap tujuan akan tindakannya.

Kebutuhan adalah salah satu hal yang harus terpenuhi dan dibedakan menjadi dua berdasarkan prioritasnya yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang datang dari dalam diri seseorang yang sering disebut sebagai kebutuhan fisiologis dan biologis yaitu kebutuhan yang umumnya dilakukan atau diperlukan oleh diri seseorang, misalnya makanan, air, pakaian, dan rumah. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang didasarkan kepada reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya. Kebutuhan ini bersifat fisiologis dan subyektif dengan melihat secara keinginan konsumen, misalnya rumah merupakan kebutuhan primer, namun terkadang seseorang ingin mempunyai rumah mewah karena dipandang sebagai orang sukses yang mampu secara finansial.

Teori kebutuhan umumnya dijelaskan melalui teori Maslow dan teori Hierarki. Teori Maslow mendefinisikan bahwa manusia umumnya berusaha untuk memenuhi kebutuhan tingkat rendah (kebutuhan biologis) terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan tingkat tertinggi (kebutuhan psikogenic). Teori Hierarki mempunyai beberapa tingkatan menurut model Hirearko kebutuhan yaitu meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan ego, dan aktualisasi diri (keinginan secara pribadi).

David McClelland mengemukanan teori motivasi yang menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang dapat memotivasi diri seorang induvidu untuk melakukan suatu tindakan. Tiga kebutuhan dasar meliputi kebutuhan untuk sukses, kebutuhan untuk afilasi, dan kebutuhan untuk kekuasaan. Kebutuhan afilasi umumnya mempunyai kesamaan dengan kebutuhan sosial masyarakat. Perilaku seseorang umumnya mempunyai motivasi yang dapat diaplikasikan sebagai segmentasi dan positioning. Segmentasi merupakan cara seseorang untuk mengarahkan barang dan jasa kepada konsumen, sedangkan positioning merupakan citra produk dan jasa yang akan dilihat oleh konsumen.

Kebutuhan dan  motivasi seorang konsumen dapat dilakukan pengukuran. Pengukuran tersebut dapat melalui instrumen kuesioner dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan kepada konsumen. Metode ini dikenal sebagai metode self-report.

Iklan

Tri Nur Utami

Departemen Teknologi Hasil Perairan (www.thp.fpik.ipb.ac.id)

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauran (www.fpik.ipb.ac.id)

Institut Pertanian Bogor (www.ipb.ac.id)

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)

Departemen of Family dan Consumer Sciences (www.ikk.fema.ipb.ac.id)\

College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)

Bogor Agricultural University (www.ipb.ac.id)

Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA (lilik_noor@yahoo.co.id)

Buku Referensi:

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Perilaku Konsumen

Kuliah Pertama Hari Rabu, 2 Septembaer 2015

Resume: Kuliah 1

KONSUMEN DAN PERILAKU KONSUMEN

Konsumen merupakan pihak yang melakukan proses menggunakan, mencari, membeli, membutuhkan, dan mengambil keputusan, serta mengevaluasi untuk memperoleh suatu barang maupun jasa. Pelanggan disebut juga sebagai konsumen, namun konsumen tidak termasuk kedalam kategori pelanggan. Pelanggan merupakan pihak yang membutuhkan barang atau jasa dengan intensitas waktu yang sering dan bersifat harus menggunakan, sedangkan konsumen meruakan pihak yang membutuhkan barang dengan intensitas tertentu sesuai kebutuhannya atau kemauannya. Konsumen mempunyai beberapa karakeristik dalam mendapatkan barang ataupun jasa. Karakteristik konsumen disebut juga sebagai perilaku konsumen.

Perilaku konsumen merupakan semua kegiatan, tindaan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal diatas atau kegiatan mengevaluasi. Perilaku konsumen umumnya mengikuti trend, melihat harga yang ditawarkan, memilih kualitas barang, serta kegiatan tawar menawar. Konsumen pada umumnya akan melakukan tiga kegiatan atau perilaku untuk menentukan barang atau jasa yang dia pilih dengan memperhatikan cara mendapatkan barang, cara mengonsumsi barang, serta cara menghilangkan sisa konsumsi atau bagian yang tidak terkonsumsi.

Hasil riset mengenai teori perilaku konsumen terdiri atas tiga perspektif antara lain yaitu prespektif pengambilan keputusan dengan melakukan serangkaian aktifitas dalam membuat keputusan rasional pada saat pembelian, perspektif eksperiensial atau berdasarkan pengalaman dengan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan emosi yang diinginkan tidak selalu rasional, serta prespektif pengaruh behavorial dengan membuat keputusan berdasarkan faktor lingkungan atau faktor lainnya yang menarik perhatian konsumen. Keputusan konsumen dalam memilih barang pada umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen,  faktor perbedaan induvidu konsumen meliputi: kebutuhan dan motivasi, kepribadian, konsep diri, pengolahan informasi dan persepsi, proses belajar, pengetahuan, sikap dan agama. Faktor lainnya yaitu lingkungan konsumen meliputi: budaya, karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi, keluarga, kelompok acuan, teknologi, dan lingkungan, serta situasi konsumen. Proses pengambilan keputusan konsumen terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian dan kepuasan.

SHARING-SHARING DENGAN KAKAK KELAS ANGKATAN 48

ardista 48

Selain berbincang-bincang dengan kak Idan kami juga sempat berkenalan dengan dengan senior yang bernama Ardista Arachman. Kak Ardis memiliki alamat asal yaitu Madiun, Jawa Timur. Kak Ardis lahir di Madiun pada tanggal 29 Maret 1993. Karena di Bogor tidak memiliki saudara dan jauh dari keluarga maka dari itu kak Ardis ngekost di daerah Balebak tepatnya di Wisma Biru. Kak Ardis memiliki hobby yang sama dengan penampilannya yang pendiam, sering berkutik dengan laptopnya dan yang pasti ia mengenakan kaca mata, maka dari itu kak Ardis memiliki hobby membaca. Dengan hobby membaca dan keahlian menggunakan laptop kak Ardis mengikuti organisasi di BEM-C sebagai staff HRD.Cita- cita yang menjadi impian kak Ardis untuk masa depannya kelak yaitu menjadi pengusaha dengan hasilnya yaitu produk perikanan sesuai dengan ilmu yang sedang ia geluti sekarang yaitu Teknologi Hasil Perikanan. Pesan dan Kesan yang diberikan oleh Kak Ardis kepada kami yaitu, jalani saja dan berkarya lebih baik.

SHARING-SHARING DENGAN KAKAK KELAS ANGKATAN 48

idan 48

Selain share pengalaman yang diberikan oleh Kak Gigih, kami juga sempet dibagi pengalaman yang berbeda oleh senior THP angkatan 48 yang bernama Idan Mardani. Kak Idan Mardani ini berasal dari Andir, Jatiwangi, Majalengka , dan lahir pula di Majalengka pada tanggal 2 November 1993. Karena rumahnya yang sangat jauh, kak Idan ngekost di Bara IV, tepatnya di depan saung puring. Hobby yang dimiliki oleh kak Idan sangat sesuai dengan penampilannya yang amat rapih dan yang pasti menggunakan kaca mata, hobbynya yaitu membaca, walaupun Kak Idan sangat gemar membaca namun kak Idan sangat tidak menyukai jika membaca sebuah komik. Selain itu kak Idan juga memiliki IPK diatas 3,5 untuk saat ini kak Idan belum mencapai target tersebut, untuk itu akan kami doakan semoga cita-citanya dapat terkabul dalam waktu dekat ini.AMIIIINNN. THP dipilih kak Idan pada pilihan kedua, yang berniatan awal ingin menjurus kea rah pertanian, karena niatannya ingin pertanian kak Idan menempatkan TIN pada pilihan pertama. Untuk pilihan ketiganya yaitu Biokimia. Organisasi yang dimilki oleh kak Idan yaitu bantu-bantu di BEM-C sebagai staff HRD dan aktif di BEM-KM . Pesan untuk menghadapai Semester 3 yaitu jangan kaget sama laporan. Menurut kak Idan cara jitu untuk membagi waktu yang efisien yaitu setiap minggu membuat agenda kecil untuk 1 minggu kedepan, jadi semua jadwal telah terstruktur dan jika ada hal yang tidak terduga yang paling penting adalah dapat mengatasi hal tersebut dengan baik.

SHARING-SHARING DENGAN KAKAK KELAS ANGKATAN 48

gigih 48

Senior angkatan 48 telah akan oleh berbagi pengalaman dengan kami junior yang berada di THP, agar kami lebih mengetahui tentang seluk beluk THP dan suka duka yang akan dirasakan oleh angkatan 49 yang dibilang masih sangat awam mengenai THP. Kaka kelas yang telah berbincang-bincangg dengan kami yaitu Muhammad Gigih Wijaya. Kak Gigih ini lahir di Pekalongan, 18 Agustus 1993. Kak Gigih memang lahir di Pekalongan namun ia menimba ilmu di Bogor, sejak TK, SD, SMP, SMA dan bahkan kuliah pun ia di Bogor. Kak Gigih diPekalongan kurang lebih hanya 2 tahun. Alamat tinggal kak Gigih yaitu di Yasmin Bogor, karena kak Gigih ini tinggal di Bogor maka ia tidak ngekost, selain menghemat financial, keuntungannya yaitu dapat selalu berkumpul dengan keluarganya. Kak Gigih memiliki Hobby yang amat jarang dimiliki oleh mahasiswa yaitu “Membaca Koran”. Cita-cita yang dimiliki kaka senior ini, untuk jangka pendek yaitu Lulus dengan waktu normal yaitu 4 tahun, untuk jangka menengah yaittu merintis usaha (Suplier), dan yang untuk jangka panjang yaitu meneruskan usaha orang tua, dan ingin merintis usaha bahan baku kosmetik dari rumput laut turunan karagenan. Kak Gigih memilih THP pada pilihan kedua, dan pertama yaitu TIN. Hal tersebut terjadi karena disarankan oleh perusahaan yang telah member beasiswa kepadanya, kak Gigih mendapatkan beasiswa BUD Makassar, sangat unik sekali cerita dari kaka Gigih ini asli dari Pekalongan, tinggal di Bogor dan mendapat beasiswa dari BUD Makassar. Motto hidup yang dimilki oleh kak Gigih yaitu Hari Esok Akan Lebih Baik Dari Hari Ini. Organisasi yang diikuti oleh kak Gigih yaitu sebagai Wakil Ketua HIMASILKAN. Untuk Semester 3, menurut senior yang satu ini yang akan menurunkan IP yaitu Mata Kuliah Mikrobiologi Dasar, dan TPHP 1. Selain itu semester 3 adalah semester yang paling enak, hal itu terjadi karena dari lingkungan teman-temannya yang sangat kompak.

 

SHARING-SHARING DENGAN KAKAK KELAS ANGKATAN 47

reza 47

Dalam beberapa waktu dekat ini, kami telah berkenalan dengan beberapa senior di Teknologi Hasil Perairan, yang sangat beraneka ragam versi pengalamannya selama menimba ilmu di departemen THP. Salah satu senior yang telah menyampaikan pengalamannya yaitu Kak Reza. Kak Reza memiliki nama lengkap Reza Nurul Ulma yang berasala dari kota Kediri Jawa Timur. Kak Reza lahir di Kediri pada tanggal 8 September 1991. Karena kak Reza ini telah menginjak tingkat akhir kak Reza ini sedang mengajukan penelitian. Selain melakukan penelitian kak Reza juga aktif di FPC ( Food Processing Club ). Hobby yang dimiliki oleh kak Reza yaitu jalan- jalan, kak Reza ini suka ngebolang dan paling hobby untuk pulang kampung, bahkan jika ada libur lebih dari 3 hari pasti kak Reza ini pulang ke kampung halamanya yaitu Kediri, Jawa Timur. Di bogor karena kak Reza tidak memiliki saudara maka dari itu kak Reza ngekost di daerah Perwira yang tidak jauh dari letak Kampus IPB. Selain kak Reza memiliki hobby yang sangat unik ia juga memiliki cita-cita yang sangat berlian yaitu untuk jangka pendek ini kak Reza ingin cepat lulus, untuk jangka menengahnya yaitu cepat mendapatkan pekerjaan dan yang untuk jangka panjangnya kak Reza ingin menjadi Dosen THP. Untuk tercapainya cita-cita kak Reza, ia memiliki suatu motto hidup yaitu “Lakukan yang terbaik, Lebih cepat, Tepat & Teliti”.